Copyright © Semangat Matahari
Design by Dzignine
Selasa, 30 November 2010

InDaHnYa KeBerSaMaAn SaHaBaT



Satu hari CINTA & SAHABAT berjalan tepi sebuah telaga…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga… Kenapa??
Karena CINTA itu buta…
Lalu SAHABAT pun ikut terjun dalam telaga… Kenapa??
Karena… SAHABAT akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang… Kenapa??
Karena… CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi dalam
telaga yang gelap… Sedangkan SAHABAT masih terus menrcari-cari dimana CINTA & terus
menunggu.. Kenapa??
Karena… SAHABAT itu sejati & akan kekal sebagai SAHABAT yang setia,
hargailah sahabatmu selagi engkau merasa dia BERARTI….
Walau kita punya harta banyak, SAHABAT tetap yang paling berharga.
Jumat, 26 November 2010

yuniar aditya pramono

@puncak tertinggi di Brebes


Yuniar Aditya Pramon. . . .!!!
1. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, Yuniar aditya Pramono tidak dapat hidup terus dengan baik jika yuniar aditya pramono tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
2. Waktu Yuniar aditya Pramono  lahir, Yuniar aditya Pramono  menangis dan orang-orang di sekelilingnya tersenyum – jalanilah hidup sehingga pada waktu Yuniar aditya Pramono  meninggal, Yuniar aditya Pramono  tersenyum dan orang-orang di sekelilingnya menangis.
3. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika Yuniar aditya Pramono  masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika Yuniar aditya Pramono  masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan Yuniar aditya Pramono  tidak mencintainya lagi jika Yuniar aditya Pramono  masih tidak dapat melupakannya.
4. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersama Yuniar aditya Pramono ,tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian Yuniar aditya Pramono meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
5. Tugas Yuniar aditya Pramono  bukanlah untuk berhasil. Tugasnya  adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah Yuniar aditya Pramono  menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

QuIS Mr. AdEnIn

Buat sobat-sobatku yang kemarin mengalami kesusahan tentang Quis aray,
sebenernya mudah kog, asal kalian tahu konsep tentang aray sendiri. temen2Q semua kalian harus semangat bentar lagi qta akan menghadapi UAS, flashback lagi pelajaran2 yang kemarin2, ayolah kita pasti bisa, kita pasti dapat menunjukan pada Dunia bahwa kita yang terbaik. . . .

Spiritt . . .!!!
Ganbate. . . .!!!!

PROGRAM PENGGAJIAN KARYAWAN [ARAY] :
ini lah script kuis.. .
Kamis, 25 November 2010

HiDuP MaHaSisWa

Kepada para mahasiswa

Yang merindukan kejayaan


Kepada rakyat yang 

kebingungan,

Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban


Yang telah menggoreskan


Sebuah catatan kebanggaan

bersama SaHaBaT
Minggu, 21 November 2010

Seorang Penebang Kayu dan Kapaknya

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu!” Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.

Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. “Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. “Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya. “Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.

Ayoo Belajar Materi PENGHITUNGAN ARAY di C++. . .

Tulisan ini aku muat buat temen-temen anak IT di jurusanqu biar ketika Mr. Adenin memberikan materi kita kaga bingung. Di dalam sebuah lab dari siang sampe sore pasti memerlukan konsentrasi yang extra, terlebih Pemrograman C++ ini sedikit rumit, tapi klau dah tau dasrnya pasti asyik dechh. . .
ayo sobat2qu semngat lah buat hari kemis mendatang mpe datangnya waktu UAS nanti kita akan di suapin makan yang bermaterikan Aray di C++, sehingga outputnya nanti kita ga sah liat keyboard waktu bikin programnya 
( alias di luar kepala). berikut sedikit materi yang saya pahami dari mebaca dan berexplorasi sebelumnya. . .


Array adalah kumpulan data atau variabel yang memiliki tipe data dan nama yang sama. Masing-masing variabel dibedakan berdasarkan suatu index atau disebut juga subscript. Banyaknya data yang bisa disimpan dalam suatu array disebut juga ukuran array atau panjang array. Lalu bagaimana cara menghitung panjang array atau menghitung ukuran array pada program yang menggunakan C++.
Sabtu, 20 November 2010

SCRPIT TUGAS Dosen NANA

Tugas memang sangat mengesalkan bagi para mahasiswa, tapi tenang sobat2qu. . .
ini ada script tugas dari dosen NANA, hari senin besok seperti biasa kita akan di kurung dalam sebuah lab dan dijak mengutak-atik script dan script tugas yang kemarin pasti tak luput dari ingatan dosen kita yang lulusan dari Japan itu. . .

> SCRIPT UNTUK ANAK AYAM ( menggunakan for )

program ayam;
uses wincrt;
var
i,n:integer;
begin
write('anak ayam turun ');readln(n);
for i:=n downto 1 do
begin
write('anak ayam turun ',i);
 if(i>1)then
 begin
 writeln(' mati satu tinggal ',i-1);
 end
 else
 if(i-1=0)then
 begin
 write(' mati satu tinggal induknya');
 end

end;
 

end.
Jumat, 19 November 2010

MaHaSiSwA IdEaL. . .

Mahasiswa ideal, apaan tuh? Mana ada yang ideal di dunia ini. Itulah kira-kira celoteh banyak mahasiswa ketika ditanya tentang mahasiswa ideal. Sungguh sebuah jawaban yang terlalu pessimistis. Hal ini menunjukkan mentalitas generasi muda kita dewasa ini. Generasi yang terlanjur trauma dengan beratnya jejak-jejak penjajahan kolonial, perekonomian yang kian memburuk dan krisis keteladanan dari generasi tua.
Ideal, idealis adalah predikat mahasiswa seharusnya. Menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibaringi tindakan. Menjadi ideal menuju kesempurnaan adalah proses panjang yang harus dilewati, diwujudkan. Terus berusaha, tanpa kenal kata henti adalah menjadi kata kuncinya.
Kalau pepatah mengatakan, “No body perfect in the world”. Itu benar adanya karena memang sudah menjadi fitrah bahwa manusia itu ada pada kelemahan atau kekhilafan. Namun hal itu bukanlah berarti pasrah begitu saja, stop action? No. Sebuah hal yang ideal, untuk mencapainya butuh proses yang panjang, yang tak kenal lelah, yang terus melaju-fokus pada hasil akhir. Proses adalah segala-galanya bukan hasil. Proseslah yang menjadi parameter kesuksesan hakiki bagi seorang yang mengaku idealis.
Kamis, 18 November 2010

AKU MAHASISWA YANG MANA??

4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

by Romi Satria Wahono
mahasiswajepang.jpgPada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;) . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.
1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)
Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel :D , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara :) . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.
2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)
Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit :(  Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya :) .
3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)
Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.
Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat ;) . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya :) .
4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)
Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit :D.
Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” :D . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;) . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus :) .
Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah :) . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya :)
Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.
Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !