Copyright © Semangat Matahari
Design by Dzignine
Jumat, 25 Februari 2011

membuat anti virus di flashdisk sendiri


membuat anti virus di flashdisk sendiri
oke gan postingan kali ini akan di bagikan nih caranya membuat anti virus sendiri untuk flashdisk, mungkin agan2 semwa kesel sendiri kalau flshdisk temen2 semua terkena virus, tapi jangan khawatir gan kali ini akan dibagikan cara membuat anti virus di flashdisk sendiri.
Mungkin temen-temen semua dah pada tau cara bikin AUTORUN pada flashdisk..nah disini kita
akan memanfaatkan cara ntuk membuat autorun tersebut ntuk mengaktif’in anti virus yang
nantinya akan kita copy pada flashdisk kita..
Alat & bahan :
————–
software AV yang berukuran kecil (banyak di internet,,goggling aj..)
contoh: PCMAV,ANSAV,SMADAV dll..(tapi Aibi lebih sering pake PCMAV..abiz ukurannya
kecil banget n’familiar buat semua orang…)
Langkah-langkah:
Selasa, 22 Februari 2011

plus minusnya era GLOBALISASI


Istilah globalisasi selalu berubah-ubah sejak tahun sembilan puluhan. Istilah itu baru diketahui pada periode baru yang dimulai dengan ditandai runtuhnya benteng Berlin pada tahun 1989 M dan jatuhnya Uni Soviet, kemudian berakhir setelah aturan ateis berhasil diruntuhkan oleh sistem kapitalis.
Pada kajian ini, kita akan membicarakan tiga bidang penting terkait globalisasi, yaitu ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Mari kita lihat sisi baik dan buruknya tiga bidang tersebut.
Pertama, Bidang Ekonomi
Dalam bidang ini, tatanan perekonomian dunia dibangun atas dasar sistem kapitalis ribawi. Amerika Serikat (AS) memaksakan sistem kapitalis ini kepada seluruh negara di dunia melalui lembaga internasional, yaitu World Bank (Bank Dunia) dan International Monetary Fund (IMF). Adapun bentuk yang lainnya melalui berbagai lembaga dunia atau dengan melalui kesepakatan dunia yang telah diakui oleh lembaga tersebut dan sebagainya.
Dunia internasional, terutama negara-negara maju telah banyak meraup keuntungan materi, tetapi di sisi lain telah terjadi kesenjangan ekonomi yang semakin lebar dengan negara-negara miskin. Akibatnya, distribusi keuntungan itu tidak terbagi secara merata di berbagai belahan dunia, dan hanya menguntungkan negara-negara maju.